SUARA REKTOR: P. Dr. Philipus Tule, SVD

Para pembaca yang budiman! Yang terkasih para mahasiswa/i, dosen, pegawai, alumni, orangtua, mitra kerja, dan para donator ! Salam damai sejahtera kukirim dari Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), di Kupang.

Saya menyapa anda sebagai Rektor UNWIRA yang baru dilantik pada tanggal 23 September 2017 untuk periode 4 (empat) tahun ke depan. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayai dan mendukung saya mengemban tugas ini, setelah tiga puluhan tahun mengabdi sebagai dosen di STFK Ledalero dan Seminari Tinggi St Paulus Ledalero, Maumere, Flores, NTT.

Kita patut bersyukur pada Tuhan yang Mahakuasa, yang telah menganugerahi rahmat dan berkat berlimpah untuk UNWIRA dan segenap civitas academica selama 36 tahun (1982 - 2018). Jelang menapaki usia dasawarsa (empat puluh) tahun pada 2022, tak terasa bahwa lembaga Pendidikan Tinggi ini telah menyumbang 4000-an lulusan bagi masyarakat dengan kwalitas yang memadai. Banyak alumni telah berjasa bagi pembangunan masyarakat di Indonesia dan Timor Leste lewat aneka tugas dan jabatan, sebagai aparatur sipil Negara (ASN), wirausahawan, biarawan-biarawati, dan lain-lain.

Ketika memasuki era baru ini, UNWIRA terus berusaha melayani dengan lebih baik, melayani dengan hati agar generasi muda yang menimba ilmu pengetahuan dan nilai-nilai hidup disini menikmati pendidikan yang berkwalitas. Dengan demikian, mereka menjadi manusia yang akan membawa perubahan dalam keluarga dan masyarakatnya.

Dalam kurun waktu 36 tahun ini (1982 - 2018) UNWIRA telah sukses menghadapi berbagai tantangan internal dan external, dan masih tampil sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang dipercaya masyarakat. Tantangan yang akan dihadapinya ke depan tentu berbeda. Tantangan awal adalah pembangunan satu Pendidikan Tinggi di tengah masyarakat yang berkemampuan ekonomi rendah. Namun UNWIRA beruntung karena waktu itu masih kurang atau terbatasnya Perguruan Tinggi di kawasan Propinsi NTT. Ke depan UNWIRA terus ditantang oleh meningkatnya persaingan antara Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri, tuntutan pemerintah dalam pengelolaan Perguruan Tinggi pada era disruptif yang sangat menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi yang canggih, dan pergeseran paradigma ilmu-ilmu berkaitan dengan kebutuhan nyata masyarakat lokal.

Menanggapi semua hal itu, saya dengan dukungan Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus (YAPENKAR) dan semua staf pimpinan serta segenap civitas academica UNWIRA terus berkreasi untuk melakukan terobosan baru di saat memasuki revolusi industri ke-4: terus mengembangkan UNWIRA sebagai "Center of Excellence" dengan pembangunan kampus baru di Penfui, pengiriman sekelompok dosen untuk melanjutkan studi S2 dan S3, pengadaan sarana dan prasarana fisik yang memadai untuk menampung pertambahan mahasiswa yang terus meningkat dan telah mencapai 7.666 orang pada tahun akademik 2017/2018, serta telah terakreditasi B untuk institusinya oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Meski UNWIRA hanya memiliki 7 (tujuh) Fakultas, dengan satu Program Studi Magister Manajemen dan 20 Program Studi S1, namun pengajaran ilmu-ilmu sosial, politik, ekonomi, manajemen, filsafat, tehnik dan exakta terus mengalami pergeseran pendekatan ke arah studi yang lebih bersifat kontekstual dan berbudaya lokal, berbasis penelitian dan experimen di berbagai laboratorium yang dimiliki. Pergeseran ini telah berdampak pada penyesuaian kurikulum sehingga program pendidikan UNWIRA tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagaimana arah Perguruan Tinggi umumnya, target UNWIRA ke depan adalah mewujudkan keseimbangan antara konsep teoretis global dengan studi empiris atau studi kasus-kasus lokal. Hal itu searah dengan sinyalemen Suzanne Donovan dan John Bransford dalam buku berjudul : "Research Based Teaching and Learning in the 21st Century" (2005), yang mengidentifikasi 3 (tiga) prinsip belajar dan mengajar pada abad ke-21: Bahwa dosen hendaknya memanfaatkan ilmu pengetahuan yang telah ada untuk mempromosikan Pembelajaran Berbasis Siswa (Student Centered Learning); bahwa mahasiwa harus mengembangkan pemahaman dan berusaha menerapkan pengetahuan itu dalam konteks dunia nyata; bahwa mahasiwa akan belajar lebih efektif, bila mereka sadar bagaimana mereka belajar serta tahu memonitor dan merefleksi tentang apa yang dipelajari.

Dengan demikian, salah satu metode dalam "Student Centered Learning" (SCL) adalah mengintegrasikan riset di dalam proses pembelajaran (Pembelajaran Berbasis Riset), yang kelak akan berbuah berupa publikasi akademik, baik oleh dosen maupun mahasiswa. Hasil publikasi akademik itu pun bakal bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dan juga dapat diterapkan demi perubahan dan pembangunan masyarakat setempat.

Permintaan masyarakat untuk lulusan pendidikan berkwalitas internasional pun menjadi tantangan tersendiri bagi UNWIRA. Menjawabi tantangan itu, UNWIRA terus mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta, dengan Perguruan Tinggi anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) di Indonesia dan dengan beberapa Universitas Katolik terkemuka milik Serikat Sabda Allah (SVD) seperti Fu Yen University di Taiwan, Nanzan University di Tokyo/ Jepang dan San Carlos University di Cebu/Philippines. Seleksi para dosen baru pun terus diperketat dengan yang berijasah atau lulusan Universitas Luar Negeri dan bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Pembaca nan budiman! Memasuki ambang usianya yang ke-4 dasawarsa (1982 - 2022), saya akan terus memacu UNWIRA untuk menjaga keunggulan kompetitifnya, sebagai Universitas Swasta di tingkat lokal tapi berdaya saing global, tak mau menjadi PT kelas dua yang hanya menghasilkan lulusan masal kelas dua. Sebaliknya, UNWIRA hendaknya menjadi institusi yang diperhitungkan di tingkat lokal dan nasional, bahkan internasional dengan lulusan yang kelak berkarya di Timor Leste dan berbagai negara lainnya.

Sesuai dengan motto bahwa UNWIRA melayani dengan hati yang ikhlas agar mereka memiliki hidup dalam kelimpahan (Ut vitam habeant abundantius), maka saya pun mengundang semua dosen, karyawan, sahabat, para donator, alumni dan para mitra untuk bersatu padu, aktif dan mendukung UNWIRA dalam mewujudkan visi dan misinya secara lebih nyata. Semoga semua orang berpartisipasi bersama kami dengan berbagai cara: dengan dukungan moral dan spiritual, dengan karya amal, donasi, beasiswa, dan lain-lain.

Mari kita terus bekerja keras dan berharap agar ke depan UNWIRA menjadi lebih maju, jaya dan berkelimphan. Ut Vitam Habeant Abundantius !

Rektor Universitas Katolik Widya Mandira
P. Dr. Philipus Tule, SVD