Pembukaan PISMA V UNWIRA: Senat Mahasiswa Gelar PISMA Berskala Nasional

Posted by Ertus on 22 Februari 2021 in Kategori | Kegiatan Mahasiswa


Senat Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menggelar Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA) V. Kegiatan ini akan berlangsung  mulai hari ini, Senin, 22 Februari sampai 6 Maret 2021 via zoom. Pelaksanaan PISMA V ini memiliki jangkauan yang lebih luas dan berskala nasional dengan melibatkan seluruh civitas akademika UNWIRA, mahasiswa Perguruan Tinggi se-NTT dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK).

 

Upacara pembukaan PISMA V via zoom


Pada pembukaan PISMA hari ini via zoom, Ketua Senat Mahasiswa UNWIRA, Todhi Kutiom menyampaikan, PISMA dalam pelaksanaan perhelatannya selalu berkaca pada problem-problem global dan juga lokal dalam dimensi tertentu dan dikemas menjadi tema sebagai roh dari setiap PISMA. Kita bisa melihat dan mungkin pula merasakan serta mengalami sendiri problematika terkait penurunan indeks kesehatan di seluruh belahan dunia akibat dari dampak pandemi covid-19, merosotnya ekonomi, kebijakan-kebijakan politik yang tidak pro terhadap demokrasi, adanya tindakan separatis dari kelompok-kelompok tertentu mengatasnamakan suku, ras dan agama, dan juga penempatan alam sebagai objek yang terus tereksploitasi hingga rusaknya lingkungan dan mengganggu kestabilan ekologi. Di dalam permasalahan-permasahalan seperti ini mahasiswa seharusnya berdiri sebagai garda terdepan guna menyatakan eksistensinya sebagai kaum intelektual untuk membantu memberikan solusi-solusi praktis dan akademis dengan berbagai pendekatan dan pertimbangan sebagai angin segar terhadap setiap permasalahan di atas.

 

Oleh karena itu bertolak pada problem-problem plural tersebut, PISMA kali ini mengusung satu tema umum yakni “Eksistensi Mahasiswa sebagai agen Intelektual dalam Menyikapi Krisis Global.” Ia melanjutkan, perhelatan PISMA yang ke-lima kali ini, karena bertepatan dengan situasi pandemi maka PISMA terpaksa dilakukan secara daring. Ini adalah kali pertama, PISMA dilakukan secara daring sehingga hal ini merupakan tantangan baru bagi panitia pelaksana dan kami semua yang terlibat terkait segala mekanisme dan hal-hal teknis pelaksanaan. Akan tetapi saya yakin dan percaya bahwa rekan-rekan panitia adalah mahasiswa-mahasiswa milenial yang punya kapasitas dan kemampuan lebih dalam berhadapan dengan mekanisme baru ini. “Semoga PISMA kali ini berjalan lancar. Kita berharap agar ajang pertarungan intlektual dan seni ini bisa menjadi even bergengsi level nasional ke depannya,” pungkas Todhi Kutiom.

 

Sementara itu, Pater Rektor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, berharap agar para mahasiswa sebagai generasi masa depan dan harapan bangsa, dapat memberi kontribusi pemikiran alternatif dan proseptif dalam menghadapi krisis global yang multi-dimensional ini: global warming yang berdampak pada cuaca ekstrim, kerusakan lingkungan hidup dan bencana alam; krisis ekonomi, keuangan dan pangan sebagai impak dari wabah pandemi Covid-19; krisis sosial dan kemanusiaan baik di tingkat lokal, nasional dan internasional.

 

“Berbagai krisis global itu tidak membuat kita terpuruk, tapi seharusnya menginspirasi dan memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif, kreatif, adaptatif dalam mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi itu. Kiranya apa yang merupakan hasil kajian, penelitian dan karya cipta (kreasi) para mahasiswa yang dihimpun dalam kompetisi akademis dan seni ini sebagai karya-karya terbaik, akan dipublikasi (dalam jurnal ber-ISSN dan buku ber-ISBN) dan dibaca dan dimanfaatkan oleh para pembaca umumnya”, kata Rektor UNWIRA pada pembukaan PISMA itu.

 

Sementara itu Ketua Panitia PISMA V, Primus Jaya Jehane, pada momentum pembukaan menjelaskan, pelaksanaan PISMA V dilakukan secara virtual mengingat masifnya penyebaran Covid-19. Meski dilangsungkan secara virtual, tegasnya, mutu kegiatan ini sungguh diperhatikan secara serius. Pelaksanaan PISMA V dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan, kreativitas dan kemampuan akademik mahasiswa, mengembangkan komunikasi ilmiah, memacu dan membudayakan kreativitas dan penalaran dalam  pengembangan ilmu pengetahuan, dan seni mahasiswa, di tengah tantangan krisis global yang membatasi ruang dan waktu dalam berekspresi. Ia melanjutkan, ada beberapa mata lomba dalam PISMA V di antaranya lomba pidato Bahasa Inggris, menulis esai dan news presenter untuk bidang ilmiah. Sementara untuk perlombaan di bidang seni yakni lomba tari kreasi, musikalisasi puisi, dan jingle PISMA, sedangkan untuk lomba video profil program studi dikhususkan untuk internal Unwira.

 

Di akhir laporannya, Ketua Panitia mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unwira, para Wakil Rrektor, para Dekan dan Ketua Program Studi, semua civitas akademika UNWIRA yang telah membantu memfasilitasi hingga terlaksananya PISMA kali ini, para Rektor dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan se-NTT dan APTIK, antusiasme yang besar dari rekan-rekan mahasiswa kontestan lomba dari UNWIRA maupun rekan-rekan lain dari PT se-NTT dan APTIK, Penanggung Jawab Bidang Kemahasiswaan UNWIRA, para SC dan juga OC yang sudah bekerja keras dalam mempersiapkan kegiatan ini, media-media yang mau bekerja sama dalam membantu publikasi, serta kepada semua yang telah membantu dengan caranya masing-masing.

 

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Bimbingan dan Konseling ini berharap agar pelaksanaan PISMA V selama 2 Minggu ke depan dapat berlangsung aman dan lancar serta menjadi ajang kompetisi yang bermartabat.

 

*** Primus Jaya Jehane***, Fr. Ertus Sie (ed).

 

 

BERITA TERKAIT

Ibadah SABDA hari Rabu Abu
Lokakarya Kurikulum: UNWIRA Sambut Kebijakan MBKM
Unwira Adakan Perayaan Ekaristi Peringatan Kematian Pegawainya - Almarhumah Ibu Victoria Tandi Hurek
Persiapan Kurikulum Merdeka Belajar: UNWIRA Adakan Kuliah Umum
Pencegahan COVID-19 di Lingkungan Kampus UNIKA Widya Mandira