Unwira Gelar Upacara 17 Agustus secara Online dengan Protokol Kesehatan

Posted by admin on 17 Agustus 2020 in Kategori | INFO KAMPUS



 

Pengibaran Bendera: Petugas pengibar bendera sedang melakukan pengibaran bendera, Sabtu (17/08) foto screenshoot akun YouTube Unwira


Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar upacara 17 Agustus 2020 secara online dengan menerapkan protokol kesehatan. Upacara itu dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WITA, di Kampus Merdeka, Jalan Ahmad Yani, Nomor 52 Kupang. Rektor Unwira P. Dr. Philipus Tule, SVD menjadi pembina upacara dengan didampingi oleh Dr. Ir. Yoseph M. Laynurak, M,Si (Warek I) dan Patrisius Batarius, ST.MT (Dekan Tekhnik). Para peserta upacara yang hadir juga dibatasi yakni beberapa perwakilan mahasiwa Program Studi (Prodi) Hukum, security, dan beberapa petugas lainnya. Upacara itu disiarkan langsung di kanal YouTube Unwira dengan link: https://www.youtube.com/watch?v=3_WtNpMJHdg .


Petugas-petugas upacara antara lain: Pembina Upacara P. Dr. Philipus Tule, SVD (Rektor), Pemimpin Upacara Yohanes Anin (Kepala security Unwira, Pengibar Bendera Maria Eugenia Boa Dala (Mahasiswa semester VII Prodi Hukum, Ferdinan Ceunfin  (Security), Teodorus Konis (Security), MC Kristiani Adventya Melani Ragat (Mahasiswa V Prodi Imu Komunikasi), Pembaca Teks Pancasila Gema Gelgani Riyanti Hika (Mahasiswa semester Prodi Hukum), Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 Desideria Uskono (Mahasiswa semeste VII, Prodi  Hukum), Dirigen Maria Dellastrada Meni (Mahasiswa semester VII, Prodi Hukum), dan Pembaca Teks Doa Fr. Erens Ola, SVD.


 

Suasana Upacara pengibaran bendera, foto screenshoot channel YouTube Unwira


Dalam amanatnya P. Dr. Philipus Tule, SVD menggambarkan situasi bangsa Indonesia saat ini yang tidak hanya dilanda oleh pandemi virus Covid-19 tetapi juga oleh “pandemi wabah-wabah” politik berupa ketidaksetiaan terhadap falsafah bangsa dan negara, ketidaksetiaan terhadap Pancasila dan UUD 1945, intolerasi yang mengganggu kesejahteraan, ketenangan, dan kerukunan kehidupan berbangsa yang bhineka. Untuk menghadapi masalah-masalah itu ia mengajak semua peserta untuk membangun persatuan dan berpegang teguh pada cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para Founding Fathers. “Kita sebagai bangsa dan negara yang tetap setia pada Pancasila dan UUD 1945 pada NKRI, kita harus tegas untuk tetap membangun kesatuan bangsa dan negara ini. Kita tetap berpegang pada cita-cita kemerdekaan sebagaimana diproklamirkan oleh Presiden Soekarno pada pidato 17 Agustus 1945, bahwa kemerdekaan yang kita capai harus diisi untuk pembangunan dan kesejahteraan bangsa, kesejahteraan masyarakat,” kata P. Rektor Unwira itu.


 

Rektor Unwira sedang memberikan amanat, foto screenshoot channel YouTube Unwira


Untuk mengatasi tantangan pada pembagunan dan kesejahteraan, ia menekankan “Revolusi Mental” sebagaimana himbauan dan ajakan dari Presiden Soekarno pada pidato 17 Agustus 1956 bahwa kesejahteraan bisa tercapai apabila semua rakyat melakukan revolusi mental. Ia juga mengutip Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi yang diharapkan menjadi komitmen semua rakyat dan semua pemimpin dalam bentuk perubahan cara berpikir yang menekankan kedisiplinan, kesungguhan dan komitmen dalam melakukan tugas-tugas yang dipercayakan. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa revolusi mental itu juga harus dihidupi di bidang pendidikan termasuk lembaga pendidikan tinggi Unwira. Semua dosen dan mahasiswa harus bekerja sama melakukan revolusi mental dalam bentuk kesungguhan menjalankan tugas masing-masing baik sebagai dosen maupun sebagai mahasiswa sehingga pada akhirnya Uwira mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang berkompeten dan bermutu untuk membawa inovasi dan pembaharuan dalam masyarakat.

 

Di akhir amanatnya ia kembali mengajak semua civitas akademika Unwira untuk membangun persatuan dengan semua pihak terutama pemerintah untuk membangun masyarakat yang sejahtera. “Saya mengajak semua civitas akademika Unwira, jadikanlah moment perayaan ulang tahun ke-75 ini sebagai satu moment istimewa  yang memberi awas kepada kita sekalian supaya bersama pemeritah, bersama pemimpin bangsa dan negara, bapak Presiden dan Wakil Presiden, para menteri, tetapi juga dengan pemimpin provinsi NTT, bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, kita bertekad senantiasa bersatu padu membangun masyarakat Indonesia, masyarakat provinsi NTT, dan masyarakat Unwira ini menjadi lebih maju dan sejahtera,” tegas Pembina Upacara itu.*** (Fr. Ertus Sie, SVD)

 

 

BERITA TERKAIT

Kegiatan PKKMB Unwira Berlangsung secara Online
Unwira membuka Pendaftaran Mahasiswa/i Baru TA 2020/2021
UNWIRA Gelar "Pesta Pelindung"
Rektor lepas 115 Mahasiswa peserta KKN-PPM
Yapenkar Membuka Rekrutmen Calon Tenaga Cleaning Service dan Taman untuk Unika